Jenis Murai Batu
Para penggemar burung umumnya mengenal Murai Batu yang berasal dan Medan dan Lampung. Padahal, keberadaan Murai Batu tersebar di seluruh pulau Sumatra. Mungkin, Murai Batu ini awal mulanya hanya diperjualbelikan dan dipasarkan di Medan dan Lampung saja. Murai Batu yang berasal dan daerah Medan memiliki keunggulan pada postur tubuh yang besar dan intonasi suara yang jelas.
Sedangkan Murai Batu dan daerah Lampung memiliki postur tubuh yang kecil dan gerakannya gesit. Pada umumnya, Murai Batu memiliki ciri-cini ekor lebih panjang daripada panjang tubuhnya; jumlah bulu ekor dua belas helai, empat helai di antaranya berwarna putih dan delapan helai yang Iainnya berwarna hitam. Dua helai ekor yang paling atas terpanjang sedangkan dua helai di bawahnya merupakan bulu terpendek. Murai Batu jantan memiliki ekor Iebih panjang daripada ekor Murai Batu betina. Panjang tubuh Murai Batu jaman dewasa dapat mencapai 28 cm dan panjang tubuh Murai Batu betina dewasa dapat mencapai 22 cm.
Murai Batu memiliki sifat pemalu, namun mempunyai suara kicauan yang merdu dan bervariasi. la dapat menirukan kicauan atau suara burung perkutut, derkuku, ayam, dan suara-suara burung Iainnya sambil menggerakkan ekornya naik turun. Bahkan di habitat aslinya, Murai Batu dapat menirukan suara orang utan atau air terjun. Murai Barn memiliki bulu kepala, leher, dan dada bagian atas berwarna hitam mengkilat. Bulu pangkal ekor berwarna putih dan memiliki paruh berwarna hitam. Bulu badan Murai Batu jantan bagian bawah berwarna coklat kemerah-merahan, sedangkan bulu badan bagian bawah Murai Batu betina berwarna coklst muda kekuning-kuningan. Bulu Murai Batu jantan berwarna hitam mengkilap dan Murai Barn betina berwama suram atau keabu-abuan.



0 komentar:
Posting Komentar